Daftar Harga Kompresor SANDEN Untuk AC Mobil Honda Di Surabaya…Hubungi: 0823 3737 3000

Cari Kompresor AC Mobil SANDEN di Surabaya…??? Temukan Kompresor SANDEN yang anda cari di Omega AC Mobil Surabaya. Silhakan Cek Daftar Harga kompresor yang anda butuhkan di sini:

  • Kompresor SANDEN Honda Freed                               Rp. 4.250.000
  • Kompresor SANDEN Honda Brio                                  Rp. 3.850.000
  • Kompresor SANDEN Honda New Jazz                        Rp. 4.350.000
  • Kompresor SANDEN Honda All New CRV 2000cc   Rp. 4.100.000
  • Kompresor SANDEN Honda All New Civic 1800cc   Rp. 4.550.000
  • Kompresor SANDEN Honda City Th. 1996-2000        Rp. 3.250.000

kompresor-honda-freed-sanden-orisinil

Untuk penawaran harga lebih murah beserta catalog kompresor SANDEN lainnya dan daftar harga lengkapnya, silahkan anda klik Di Sini…

Kompresor yang  terdapat pada unit AC memiliki berbagai tipe, bentuk, dan ukuran yang berbeda-beda. Diperlukan pengetahuan dan pemahaman cara kerja untuk masing-masing tipe kompresor, sebab kebutuhan pendinginan pada tiap-tiap kendaraan juga berbeda. Tipe kompresor  dapat  dibagi menjadi tiga jeni sebagai berikut.

  1. Kompresor Tipe Resipro (Crank Shaft)

Kompressor  tipe ini bekerja dengan memanfaatkan gerak putar dari mesin yang diterima oleh crank shaft  kompresor. Crank shaft adalah poros berputarnya kompresor.  Di dalam kompresor, gerakan putar dari crank shaft diubah menjadi gerakan naik dan turun dengan sistem mekanis. Karena didalam kompresor berisi refrigerant  dan oli pelumas, ruangan kompresor harus kedap dan rapat (tidak ada kebocoran). Untuk mengurangi kebocoran refrigerant dari ruangan kompresi ke crank shaft, terpasang cincin (ring) pada toraknya.

D dalam kompresor tipe respiro terdapat dua macam katup (valve), yaitu vasuction lve dan discharge valve. Suction valve merupakan katup yang terletak di bagian bawah valve plate dan discharge valve terletak di bagian atas valve plate. Saat torak bergerak turun, discharge valve pada posisi tertutup, sebab tekanan refrigerant  pada sisi discharge lebih besar dibandingkan tekanan di dalam silinder. Pada saat yang sama, suction valve terbuka akibat terjadinya kevakuman didalam silinder, sehingga refrigerant masuk ke dalam silinder. Saat piston bergerak naik, refrigerant di dalam silinder di pompa keluar melalui discharge valve dan dialirkan ke kondensor  dengan tekanan dan temperatur  yang tinggi.  Akibatnya, suction  valve tertutup karena tekanan di dalam silinder lebih tinggi daripada tekanan di sisi isap.

       2.      Kompresor  Tipe Swash Plate

Pada kompresor  jenis  ini, gerakan piston diatur oleh swash plate pada jarak tertentu dengan 6 atau 10 jumlah silinder. Ketika salah satu sisi pada piston melakukan langkah tekan, maka sisi yang lainnya melakukan langkah isap. Pada dasarnya, proses kompresi  pada tipe ini sama dengan proses kompresi pada kompresor tipe crank shaft. Perbedaannya terletak pada adanya tekanan oleh katup isap dan katup tekan. Selain itu, perpindahan gaya pada tipe swash plate tidak melalui connecting rod, sehingga getarannya lebih kecil.

         3.      Kompresor Tipe Wobble Plate

Sistem kerja kompresor  tipe ini sama dengan kompresor tipe swash plate. Namun, dibandingkan dengan kompresor tipe swash plate, penggunaan kompresor tipe wobble plate lebih menguntungkan diantaranya adalah kapasitas kompresor dapat diatur secara otomatis sesuai dengan kebutuhan beban pendinginan. Selain itu, pengaturan kapasitas yang bervariasi akan mengurangi  kejutan yang disebabkan oleh operasi kopling magnetik (magnetic cluth). Cara kerjanya, gerakan putar dari poros kompresor  diubah menjadi gerakan bolak-balik oleh pelat penggerak (drive plate) dan wobble plate dengan bantuan guide ball. Gerakan bolak-balik ini selanjutnya diteruskan ke piston melalui batang penghubung. Berbeda dengan jenis kompresor swash plate, kompresor  tipe wobble plate hanya menggunakan satu piston untuk dua silinder.

Meskipun jenis kompresor di atas mempunyai cara kerja yang berbeda, tetapi pada prinsipnya sama, yaitu menekan refrigerant dan membentuk kecepatan laju aliran massa refrigerant sebagai fluida kerja dalam sistem pendinginan. Sebenarnya masih ada tipe kompresor lainnya, yaitu tipe rotary vane dan scroll compresor, tetapi jarang sekali digunakan.

 

Artikel Sumber: omegaacmobil.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s